
10 November 2009
Pukul 6 pagi. Anto ada di dalam taksi. Dalam perjalanan ke Jakarta Convention Center. Bukan. anto bukan mau lihat pameran. Kali ini bukan untuk melihat pameran. Apalagi mau lihat mbak-mbak SPG sexy yang jaga stand di pameran. Bukan. Bukan itu. Anto mau wisuda. Yeah. mungkin kalian tidak menyangka Anto bisa lulus juga. Sama, Anto juga gak nyangka. Setelah 3 tahun masa kuliah yang sangat berat. Jatuh bangun demi IPK yang hanya cukup untuk mengindari ancaman DO. Demi masa depan. Dari kaca jendela Anto menerawang keluar. jalanan belum terlalu macet. Anto mengingat-ingat lagi tiga tahun Anto mulai menapaki kota Jakarta ini. Hari-hari dimana Anto selalu telat datang kuliah. Kadang-kadang lupa mengerjakan tugas . Lupa belajar sebelum ujian. Selalu kabur pada saat kerja kelompok dengan segudang alasan dan berharap namanya masih dimasukkan di malakah yang dikumpulkan kelompoknya. Dan bahkan yang paling parah, Lupa kalau ada kuliah. Hari-hari yang juga diselingi oleh komik, Playstation, warnet, futsal, dan bengong. Siapa menyangka Anto bisa lulus !
Wisuda Anto berlangsung meriah. Anto, seperti sudah diduga sebelumnya. Termasuk dalam orang-orang yang duduk dalam beberapa deret bangku terakhir. deret bangku orang-orang yang istimewa. Diistimewakan. Ganteng-ganteng. Dan dipersiapkan untuk menempati tempat-tempat strategis di pelosok nusantara. Anto tegaskan lagi. Di PELOSOK nusantara. Oleh karena Anto duduk di barisan belakang. Maka nama Anto salah satu yang paling lama dipanggil. Bahkan Anto sempat tidur. Sempat poto-poto. Sempat nyelesain sudoku sabuk putih satu buku. Sempat buat kopi. Sempat buat cerpen. Anyyyyywaaaay.. Becanda. Anto cuma ketiduran aja beberapa saat. Gak lama-lama. soalnya sayang kan momen wisuda itu dilewatkan begitu saja. Gak tiap bulan juga kita diwisuda. Apalagi saat Anto wisuda ada pidato dari Ibu Sri Mulyani. Srikandi kebanggan Indonesia. kalau kalian belum pernah mendengar dia berbicara secara langsung, Anto katakan, kalian rugi. Akhirnya setelah menunggu sekian lama. Nama Anto dipanggil juga. Setelah, tali yang ada di topi aneh yang Anto kenakan yang dari awal acara selalu mengganggu pandangan, digeser-geser oleh bapak-bapak gendut yang juga mengenakan pakaian yang sama dengan Anto bahkan lebih banyak ornamennya. Acara wisuda pun selesai. Anto menghela nafas. memandang langit. bengong.
22 November 2010
“To, dimana ?”
“Kantor. Napa?”
“Penempatan keluar nyet. “
Deg. Sms dari teman Anto buat jantung Anto berhenti sesaat. Penempatan. Yah. itulah kata yang ditunggu-tunggu oleh Anto dan 700an orang teman Anto lainnya. Sebuah kata yang sudah ditunggu-tunggu sebelas bulan lebih. Dan akhirnya keluar juga. Ohya. Anto sekarang lagi magang. Di sebuah kota kecil di Sumatera. Sudah sebelas bulan Anto disini. Oke. Balik ke sms tadi. Buru-buru Anto buka situs kepegawaian instansi Anto. Sial. susah dibuka. Pasti lagi ramai traficknya. Buruan Anto ke ruangan lain. Berharap ada yang sudah berhasil membukanya. Dan benar, ada salah satu pegawai yang berhasil mendownload pengumumannya. Anto langsung nyari nama Anto. Deg. Nama Anto ada. Di sebuah kota bernama aneh dan susah diucapkan. Dimana itu dalam pikiran Anto. Belum pernah Anto mendengar kota itu. Dalam bayangan Anto kota itu ada di suatu tempat di pedalaman Kalimantan atau di Sulawesi. yeah. Pasti disekitar situ pikir Anto. Ternyata oh ternyata. Kota itu ada di Sumatera. Lumayan dekat dengan tempat tinggal Anto. Hanya saja memang daerahnya adalah hasil pemekaran sehingga belum terlalu terdengar. Jadilah Anto dan empat orang teman Anto lainnya yang sama-sama magang satu kantor., harus berpisah. Namun kami berlima masih menjejak tanah Sumatera. Ohya. sayangnya teman Anto seorang lagi harus menghabiskan masa mudanya di Tanah Sulawesi.
Sekarang
Sudah lima bulan lebih sejak pengumuman penempatan Anto keluar. Disinilah Anto. Di sebuah daerah di ujung Pulau Sumatera. Bumi Serambi Mekah. Mungkin untuk jangka waktu yang lumayan lama. Waktu yang cukup untuk memulai lagi cerita. memulai lagi kisah Si Anto yang sudah lama vakum. Memulai lagi semuanya. Dengan tempat baru. Warna baru. Namun dengan tokoh yang sama.
When the story begin… Again…